Senin, 07 Mei 2012

KLASIFIKASI MATERI


A.   Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain walaupun dengan reaksi kimia biasa. Unsur terdiri dari logam dan non logam. Di alam terdapat 92 jenis unsur alami, sedangkan selebihnya adalah unsur buatan. Lambang unsur pertama kali dicetuskan oleh Jonh Dalton berupa lambang lingkaran untuk mewakili unsur-unsur yang telah ditemukan pada saat itu. Pada tahun 1779-1848, kimiawan Swedia, Jons Jacob Berzelius, mengembangkan lambang unsure kimia modern berdasarkan huruf dan angka. Lambang unsur menurut Berzelius tersebut diambil dari huruf depan nama ilmiah unsur yang bersangkutan.

Sifat Unsur
Berdasarkan sifatnya unsur dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a.   Unsur logam
Unsur logam memiliki sifat berwarna putih mengkilap, mempunyai titik lebur rendah, dapat menghantarkan arus listrik dengan baik, dapat ditempa, dan dapat menghantarkan kalor atau panas. Umumnya logam merupakan zat padat, namun terdapat satu unsur logam yang berwujud cair yaitu air raksa. Contoh unsur logam adalah besi, seng, tembaga, dll.
b.   Unsur non logam
Unsur non logam memiliki sifat tidak mengkilap, penghantar arus listrik yang buruk, dan tidak dapat ditempa. Secara umum non logam merupakan penghantar panas yang buruk, namun terdapat satu unsur non logam yang dapat menghantarkan panas dengan baik yaitu grafit. Contoh unsur non logam adalah karbon, nitrogen, oksigen, dll.
c.    Unsur semi logam
Unsur semi logam memiliki sifat antara logam dan non logam. Contoh unsur semi logam adalah Silikon dan germanium.

Unsur dan Lambang Unsur



No
Nama
Lambang 

1
Ac

2
Al

3
Am

4
Antimon (Stibium)
Sb

5
Ar

6
As

7
At

8
Ba

9
S

10
Bk

11
Be

12
Besi (Ferrum)
Fe

13
Bi

14
Bh

15
B

16
Bromin
Br

17
Ds

18
Db

19
Dy

20
Es

21
Emas (Aurum)
Au

22
Er

23
Eu

24
Fm

25
F

26
P

27
Fr

28
Gd

29
Ga

30
Ge

31
Hf

32
Hahnium
Ha

33
Hs

34
He

35
H

36
Ho

37
In

38
Ir

39
Yb

40
Y

41
Cd

42
K

43
Ca

44
Cf

45
C

46
Klorin
Cl

47
Kromium
Cr

48
Co

49
Tembaga (Cuprum)
Cu

50
Cm

51
Kr

52
La

53
Lr

54
Timbal (Plumbum)
Pb

55
Li

56
Lu

57
Mg

58
Mn

59
Mt

60
Md

61
Mo

62
Na

63
Nd

64
Ne

65
Np

66
Ni

67
Nb

68
N

69
No

70
Os

71
O

72
Pd

73
Perak (Argentum)
Ag

74
Pt

75
Pu

76
Po

77
Pr

78
Pm

79
Pa

80
Ra

81
Rn

82
Air Raksa
Hg

83
Re

84
Rh

85
Rg

86
Rb

87
Ru

88Rutherfordium Rf
89
Samarium
Sm
90
Sc
91
Sg
92
Se
93
Ce
94
Cs
95
Si
96
Zn
97
Sr
98
Te
99
Tb
100
Tl
101
Pb
102
Sn
103
Th
104
Timah (Stannum)
Tm
105
Ti
106
Md
107
Mo
108
Ununoktium
Uuo
109
Ununnilium
Uun
110
Uub
111
Uuh
112
Uup
113
Uuq
114
Uut
115
Unununium
Uuu
116
U
117
V
118
Wolfram
W
119
Xe
120
I
121
Zr

B. Senyawa
Senyawa adalah gabungan dari beberapa unsur yang terbentuk melalui reaksi kimia. Senyawa dituliskan dalam wujud rumus kimia. Rumus kimia adalah zat yang terdiri dari kumpulan lambang-lambang unsur dengan komposisi tertentu.

Sifat-sifat Senyawa
Senyawa memiliki sifat terbentuk dari unsur-unsur melalui reaksi kimia, berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya, dapat dipisahkan menjadi unsur-unsurnya kembali dengan cara reaksi kimia, tetapi tidak dapat dipisahkan secara fisika, komponen- komponen penyusun senyawa mempunyai perbandingan tetap, dan pembentukan senyawa melibatkan energi.

Senyawa dan Lambang Senyawa


No
Nama
Lambang
1
Natrium bikarbonat
NaHCO3
2
Natrium klorida
NaCl
3
Asam Asetat
CH3COOH
4
Karbon dioksida
CO2
No
Nama
Lambang
5
Sukrosa
C12H22O11
6
Urea
CO(NH2)2
7
Glukosa
C6H12O6
8
Asam askrobat
C6H8O6
9
Air
H2O
10
Amonium sulfat
(NH4)2SO4
11
Natrium sulfit
Na2SO3
12
Kalsium hidroksida
Ca(OH)2
13
Asam bromida
HBr
14
Magnesium klorida
MgCl2
15
Magnesium Oksida
MgO
16
Aluminium oksida
Al2O3
17
Karbon tetraklorida
CCl4
18
Aseton
C3H6O
19
Natrium sulfat
NaSO4
20
Alkohol (etanol)
C2H5OH
21
Amoniak
NH3
22
Kalsium karbonat
CaCO3
23
Aspirin
C9H8O4
24
Asam klorida
HCl
25
Magnesium hidroksida
Mg(OH)2
26
Natrium karbonat
Na2CO3
27
Natrium hidroksida
NaOH
28
Asam sulfat
H2SO4
29
Magnesium karbonat
MgCO3
30
Karbon Monoksida
CO
31
Asetilena
C2H2
32
Asam nitrat
HNO3
33
Asam sulfida
H2S
34
Asam sitrat
C6H8O7
35
Asam borat
H3BO3
36
Asam karbonat
H2CO3
37
Asam fosfat
H3PO4
38
Asam tatrat
C4H6O6
39
Asam malat
C4H6O5
40
Asam formiat
HCOOH
41
Asam laktat
C3H6O3
42
Asam benzoat
C6H5COOH
43
Kalium nitrat
KNO3
44
Kalium karbonat
K2CO3
45
Natrium fosfat
Na3PO4
46
Amonium klorida
NH4Cl
47
Aluminium hidroksida
Al(OH)3
48
Kalium hidroksida
KOH
49
Etena
C2H4
50
Amonium hidroksida
NH4OH
51
Kalium klorida
KCl
52
Kalium cianida
KCN



C.            Campuran

Campuran adalah gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia. Campuran dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:
š Campuran Heterogen
Campuran antara dua macam zat atau lebih yang partikel-partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya disebut campuran heterogen. Pada campuran heterogen dinding pembatas antar zat masih dapat dilihat, misal campuran air dengan minyak, campuran besi dan pasir, campuran serbuk besi dan air, dll. Di dalam campuran heterogen dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :
a. Koloid
Partikel-partikel pada koloid hanya dapat dilihat dengan mikroskop ultra. Ukuran partikel antara 0,5 m s.d 1 mm.
b. Suspensi
Partikel-partikel pada suspensi hanya dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Ukuran partikel antara lebih besar dari 0,3 m.      

Sifat-sifat Campuran Heterogen
Mempunyai  sifat  dan  komposisi  yang  bervariasi  pada  setiap  bagian campuran,  dapat  dibedakan  dengan  melihat  langsung  (secara  fisik terpisah).

Contoh Campuran Heterogen:
a.      Air sungai
b.     Minuman
c.     Makanan
d.     Tanah
e.    Adonan kue
f.    Air laut
g.   Air susu (koloid)
h.  Air santan
i.     Air kapur (koloid)
j.     Asap (koloid)
k.   Kabut (koloid)
l.     Air keruh (suspensi)
m.   Agar-agar (koloid)
n.   Air Minyak (suspensi)
o.  Air kopi (suspensi)
p.  Air pasir (suspensi)
q.  Air tepung
r.    Air lumpur (suspensi)

š Campuran Homogen/Larutan
Campuran antara dua zat atau lebih yang partikel-partikel penyusun tidak dapat dibedakan lagi disebut campuran homogen. Campuran homogen ini biasa disebut larutan. Pada larutan, tiap-tiap bagian mempunyai susunan yang sama. Ukuran partikel dalam larutan memiliki diameter sekitar 0,000000001 m, dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop. Terdapat campuran antara logam dengan logam lain sehingga terbentuk campuran homogen. Misal, Stainless steel banyak digunakan untuk keperluan alat-alat kesehatan dan rumah tangga. Stainless steel merupakan campuran logam besi, krom, dan nikel. Jenis campuran homogen, antara lain: campuran gas dalam gas, campuran gas dalam zat cair, campuran gas dalam zat padat, campuran zat cair dalam zat cair, dan campuran zat padat dalam zat cair.

Sifat-sifat Campuran Homogen
Mempunyai  sifat  dan  komposisi  yang  seragam  pada  setiap bagian campuran, tidak dapat dibedakan dengan melihat langsung.

Contoh Campuran Homogen:
a.   Air gula
b.  Air the
c.   Air garam
d.  Sirup
e.   Tembaga + emas
f.    Perunggu
g.   Kuningan
h.  Baja
i.     Emas putih
j.     minuman ringan (soft drink)
k.   larutan pembersih lantai
l.   Air bensin
  
Contoh Campuran:
1.      Larutan gula
2.       Larutan garam
3.       Stainless steel
4.       Emas putih
5.       Tanah
6.       Air sungai
7.       Makanan
8.       Air laut
9.       Adonan kue
10.  Teh
11.  Susu
12. udara yang mengandung beberapa gas
13. paku payung yang terbuat dari kuningan (campuran tembaga dengan seng)
14. perunggu merupakan campuran dari tembaga dengan timah
15. baja merupakan hasil campuran antara besi dengan karbon

Contoh larutan :
1.      Larutan asam basa
2.      Larutan gula
3.      Spiritus
4.      Larutan cuka
5.      air laut
6.      Larutan garam
7.      bensin


SEMOGA BERMANFAAT

kharisma eka adilani putri


Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini

Memuat...